.JPG) |
| Kepala Unit Pusat Pelestarian, Perawatan dan Desain Arsitektur PT KAI,
Ella Ubaidi menjabat tangan Perwakilan Nederland Smallspoor Museum,
Gerard de Graaf setelah penandatanganan perjanjian kerjasama untuk
saling memerkenalkan museum perkeretaapian di Belanda dan Indonesia. Dok Pri |
PT
Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki banyak peninggalan sejarah yang
tersebar di berbagai wilayah. Banyak peninggalan tersebut yang kurang
terawat karena tidak dipakai ataupun kurang mendapat perhatian yang
memadai dari pengelolanya. padahal, banyak benda dan bangunan
peninggalan sejarah tersebut yang memiliki nilai penting.
Tidak
hanya mengandung nilai sejarah, banyak benda dan bangunan bersejarah
milik PT KAI yang masih difungsikan misalnya stasiun. Lebih dari itu,
beberapa lokomotif uap, kereta dan gerbong juga banyak yang masih
difungsikan meskipun untuk tujuan wisata.
Memang,
pada 2009 lalu PT KAI mulai menunjukkan kepeduliannya pada aset
bersejarah yang dimilikinya. Hal itu terlihat dari pembentukan Unit
Pusat Pelestarian, Perawatan dan Desain Arsitektur. Tidak hanya
menyelamatkan aset bersejarah, unit ini juga mengubah wajah stasiun yang
kebanyakan bangunan bersejarah menjadi bangunan yang mendukung upaya PT
KAI memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.